Pengajaran Novel Ranjau Selanjang Jalan : Makna Cerita Sinopsis Persoalan dan Watak Tokoh
Ranjau Sepanjang Jalan merupakan sebuah novel yang sering di gunakan untuk bahan pembelajaran di sekolah. Novel ini menceritakan kehidupan masyarakat di pedesaan yang bergantung kepada sawah padi serta perjuangan mereka menempuh pelbagai cabaran dalam hidup.

Cerita Novel ini sering dijadikan teks kajian kerana mengandungi nilai moral, unsur kemanusiaan dan realiti kehidupan rakyat miskin pada zaman tersebut. Pembelajaran novel ini membantu pelajar memahami realiti hidup masyarakat desa serta menerapkan nilai murni dalam kehidupan seharian.
Tema Novel Ranjau Sepanjaang Jalan
Novel Ranjau Sepanjang jalan bertema tentang ketabahan manusia menghadapi penderitaan hidup dari Lahuma dan Jeha tidak pernah berhenti berusaha walaupun sentiasa ditimpa malapetaka. Dari cerita mereka memilki arti tentang ketabahan masyarakat kelas bawahan yang hidup dalam kesusahan tetapi tetap berjuang demi keluarga.
Makna Cerita Novel Ranjau Sepanjang Jalan
Pentingnya mengenal karya sastra Novel Ranjau Sepanjang Jalan terlbih dahulu sebelum kita memasuki pembahasan makna dalam isi kandungan di dalamnya. Novel Ranjau Sepanjang Jalan mulai diterbitkan pada tahun 1966 dan telah menjadi karya yang melonjakkan nama Shahnon Ahmad sebagai tokoh sastera negara.
Kisah di dalamnya mengangkat sebuah cerita pendesaan yang sehari-hari masyarakatnya bekerja sebagai pertani tradisional di Kedah. Di sana ada sebuah keluarga petani miskin yang bergelut dengan masalah alam, kemiskinan, penyakit, kekurangan sumber, dan tekanan hidup.
Arti keta ranjau dalam tajuk novel melambangkan halangan dan kesusahan yang berturutan, seperti penggunaan ranjau pada umumnya. makna Sepanjang Jalan adalah perjalanan hidup dari Lahuma dan Jeha, mereka seolah-olah melangkah di atas jalan yang dipenuhi ranjau, tanpa henti dan tanpa belas kasihan sehingga banyak kesedihan yang mereka dapatkan.
Sebuah perjuangan dari manusia biasa yang ketabahan, memilki kasih sayang terhadap keluarga ditengah kritikan terhadap sistem sosial yang tidak adil. Kerana kekuatan mesej dan keaslian gambaran kehidupan desa, novel ini terus relevan dalam konteks pembelajaran sastera di sekolah.
Sinopsis Lengkap Novel Ranjau Sepanjang Jalan
Novel ini mengisahkan kehidupan sebuah keluarga kecil dari pasangan suami isteri, Lahuma dan Jeha. Setiap hari keduanya selalu bekerja di sawah untuk menanam padi sebagai sumber pendapatan utama. Mereka memiliki sepuluh orang anak dan hidup dalam keadaan serba kekurangan.
Lahuma dan Jeha memiliki Sawah padi menjadi tumpuan mereka untuk mencukupkan keperluan keluarga, namun sawah yang luas itu juga membawa seribu satu cabaran, dan dari sinilah awal mulai cerita ranjau di sepanjang jalan itu dimulai.
Di awal cerita, Lahuma sebagaibseorang kepala rumah tangga setiap pagi selalu bekerja dan berusaha mengerjakan sawah dengan penuh tenaga. Namun, usaha tersebut sering gagal akibat serangan siput gondang, banjir, kemarau dan tikus.
Namun, Lahuma tidak putus asa, tetali setiap kali cuba bangkit, datang lagi cabaran baru. Walaupun begitu, Lahuma tetap yakin bahawa sawah adalah rezeki yang harus diperjuangkan. Pada suatu hari kareba tekanan kerja dan kelewatan letih, Lahuma jatuh sakit. Penyakitnya semakin teruk sehingga tidak mampu lagi ke sawah.
Melihat kedaan sakit Lahuma, Jeha sebagai isteri yang setia dan taba mengambil alih tugas untuk mencari rezeki di sawah walaupun diasak keletihan dan sakit karena sehabis pulang dari sawah dia harus mengurusi anak dan suaminya serta pekerjaan rumah lainya.
Jeha terus berjuang mengurus sawah seorang diri. Dia bangun sebelum subuh untuk mengurus anak-anaknya terlbih dahulu, kemudian berangkat ke sawah dengan peralatan tradisional.
Setiap hari menjadi kegiatan yang melelahkan bagi Jeha, Namun kecekalan Jeha tidak pernah luntur.Namun serangan perosak semakin banyaj, cuaca tidak menentu dan kemiskinan terus tumbuh setiap harinya di keluarga Jeha. Anak-anak kecil sering lapar serta Lahuma tidak bisa berbuat banyak sebagai kepala rumah tangga.
Di akhir cerita, walaupun Jeha terus bekerja keras setiap hari pergi ke sawah hasilnya sawah tetap tidak berhasil. Nasib keluarga ini semakin parah. Novel berakhir dengan kesedihan yang mendalam, menggambarkan realiti masyarakat petani miskin yang sentiasa tertindas oleh alam dan kehidupan.
Novel ini tidak berakhir dengan kegembiraan kerana ia bukan sekadar cerita fiksyen, tetapi realiti pahit kehidupan desa yang ingin disampaikan oleh pengarang.
Persoalan Dalam Novel Ranjau Sepanjang Jalan
1. Kemiskinan Keluarga Di Desa
Watak dan Perwatakan Tokoh Ranjau Sepanjag Jalan
Watak Tokoh Lahuma : Kepala keluarga, rajin dan bertanggungjawab, Tidak mudah menyerah, Mewakili realiti petani tradisional dab Sayang kepada keluarga.
2. Watak Jeha
Watak Tokoh Jeha : Wanita tabah dan penyayang, Sanggup bekerja berat di sawah, Melambangkan kekuatan wanita desa dan Sentiasa berkorban untuk anak-anak.
3. Watak Anak-Anak Lahuma
Watak Tokoh Anak-Anak Lahuma : Menjadi simbol tekanan dan harapan serta menggambarkan beban keluarga besar dalam kemiskinan.
Pengajaran Novel Ranjau Sepanjang Jalan
1. Perlunya Pemikiran Matang Terlebih Dahulu Sebelum Mengambil Keputusan
Semua orang pasti akan berjumpa dengan pilihan, baik maupun buruk bagi dirinya dan orang lain. Dalam cerita, tokoh biasanya berhadapan dengan situasi sulit yang menuntut pemikiran matang dan tekat yang kuat dalam berusaha. Dari hal ini, pembaca diajarkan bahwa perlunya adanya tekat yang kuat dalam bekerja tapi harus di pikirkan secara matang dan survey terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan.
2. Kesabaran dan Keteguhan Hati Menghasilkan Hasil yang Baik
Ketika seseorang tetap tabah, tidak mudah menyerah, dan terus berusaha meskipun keadaannya berat, hasil baik pada akhirnya dapat diraih. Kesabaran juga menunjukkan kedewasaan seseorang dalam menyelesaikan masalah tanpa tergesa-gesa atau marah.
3. Harus Berjuang Dalam Mencapai Keadilan
Pemerintah harusnya menyatarakan kesejahteraan masyarakat di pendesaan yang miskin agar bisa mendapatkan kesejahteraan, oleh sebab itu membutuhkan keberanian untuk berbicara, berdiri, dan memperjuangkan apa yang benar. Pengajaran ini menekankan bahwa membiarkan ketidakadilan terjadi maka persoalan tidak akan kunjung padam. Maka, keberanian melawan kesewenang-wenangan menjadi sikap penting yang perlu dijunjung tinggi.
4. Empati Terhadapat Persolan Orang Lain
Banyak konflik yang terjadi dalam cerita dan muncul karena tokoh tidak saling memahami, salah paham, atau hanya melihat dari sudut pandangnya sendiri. Daribserangkaian kejadian pembaca diajarkan untuk belajar memahami perasaan, pikiran, dan keadaan orang lain sebelum mengambil sikap.
5. Berubah Ke Pada Keadaan Yang Lebih Baik
Jika seseorang ingin hidupnya berubah, ia harus memperbaiki sikap, kebiasaan, dan cara berpikirnya terlebih dahulu. Pesan ini juga mengajarkan bahwa manusia memiliki kendali atas masa depan mereka sendiri.
6. Setiap Masalah Memiliki Hikmah yang Bisa Dipelajari
Kisah yang terdapat di dalam novel ini memperlihatkan bahwa setiap musibah, kegagalan, atau konflik sebenarnya membawa pelajaran berharga. Walaupun sedang dalam keadaan menyakitkan, pengalaman buruk dapat membuat seseorang menjadi lebih kuat, lebih bijak, dan lebih dewasa. Pengajaran ini menekankan bahwa hidup bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang bangkit setelah terjatuh.
7. Kerjasama Dan Dukungan Sosial Antar Manusia Itu Penting
Sebagian besar cerita, tokoh biasanya tidak bisa menghadapi semua masalah sendirian. Ia membutuhkan teman, keluarga, atau bantuan orang lain. Pengajaran yang bisa diambil oleh pembaca dalam novel adalah bahwa manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Persahabatan adalah kunci kekuatan mental, dukungan memberikan keteguhan, dan kerja sama membuat masalah lebih mudah diselesaikan. Nilai ini mengajarkan pembaca untuk tidak bersikap egois dan terlalu individualis.
Kesimpulan
Novel Ranjau Sepanjang Jalan merupakan karya sastera yang yangvtelah ditulis dalam pemaparan perjuangan hidup manusia miskin dengan penuh emosi dan nilai kemanusiaan. Melalui penceritaan Lahuma dan Jeha, pembaca dapat belajar dan memahami tentang realiti pahit kehidupan seorang petani tradisional, ketabahan wanita, kesetiaan serta hubungan manusia dengan alam.